Tari Pakarena Anida Sanggar Seni Barana
Minggu, 05 Juni 2016
Sabtu, 04 Juni 2016
TAMAN PKK TAKALAR SEJENAK MENJADI PANGGUNG PAKKIO SUMANGA'
Terimaksih "Power Of Culture" Kami Katakan Sukses.!!!!!!!
Salam Budaya...
Salam Lestari...
Salam Kreatifitas dan Salam Pembebasan.
Berangkat dari Kreatifitas sederhana, "Sanggar Seni Benteng Sipappa Takalar" memunculkan "Power of Culture" dengan Tema Pakkio Sumanga' yang berlangsung pada sabtu 4 juni 2016, pukul 19 :30 Berjalan dengan Baik. Saya Katakan Suksess........!!!!!
Semua pihak yang terlibat tentulah penunjang keberhasilan Acara tersebut, kami ucapkan banyak terimkasih sudah mau bersuka rela mensukseskan "power Of Culture" semoga jalinan kasih dan persaudaraan tetap terjalin erat, inilah Bukti Bahwa Seni Dapat menjadi ikatan untuk membangun kekuatan kerjasama antar manusia dalam suatu aktivitas.
kami ucapkan banyak terimaksih kepada :
Sanggar Seni Syekh Yusuf @sanggarseniroyong Sanggarseni Barana@komutitasbuccualloa. @sanggarsenipallantikan, @sanggardaengbagang @kompass @senipattallasang @UINalauddinmakassar SMKI Makassar / SMK Negeri 1 Somba Opu Sungguminasa @EJsalon @warkopjayatakalar.
TERIMAKSIH PARA PENGAPRESIASI:
SD Negeri 01 Centre Pattallassang @SDN NO. 46 SALAKA @SD I ALQAMAR @PESATRENJABALNUR @adek-adek Sanggar senini benteng sipappa takalar
Bintang Tamu Spesial:
daeng mile maestro
Abd Rahman Daeng Gatang
daeng ngerang
Spesial Buat :
@OMGAT
Bang Al Powerscout HamdanDaengthiroe A'bstrack MelestarikanBudayaRosmawati Rahim Beno Revot Ahmad Gazalipw Awal @mucus Bhidor Matadewa
media Parnert:
sekali lagi terimakasih banyak tanpa suport kalian acara ini tidak akan terlaksana dengan BAIK. Sukses Selalu Buat Kita Semua. AMIN................!!!!!!!!!!!
Sabtu, 28 Mei 2016
Power Of Culture Akan Hadir Mengguncangkan Taman Kota TAKALAR
Seni tradisional merupakan
kekayaan suatu bangsa karena seni tradisional bukan hanya sebatas bentuk
morfologis selain itu juga dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat,
seperti kontribusi pisikologis. Disamping itu juga seni tradisional dapat
memberikan kesadaran estetis karena seni tradisonal suatu bangsa merupakan
variable yang dapat membentuk kesadaran social sekaligus kesadaran religius
masyarakat.
Dengan pentingnya seni
tradisional dalam konteks masyarakat maka kami dari Sanggar Seni Benteng
Sipappa Takalar mencoba menciptakan ruang kreatifitas buat para generasi muda,
pelaku ataupun penikamat seni dengan upaya menggali dan memperkenalkan kembali
kepada generasi muda tentang nilai-nilai budaya di Kabupaten Takalar.
Power Of Culture yaitu nama event yang
pertama kali dilaksanakan pada tahun 2016 dengan mengusung tema “Pakkio Sumanga”
konsep tersebut lebih spesifik kepada seni
tradisional kemudian dikemas menjadi pertunjukkan massal dengan sumber daya
yang berasal dari berbagai sekolah mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan
Tinggi. Selain pertunjukan tradisional dengan bentuk massal juga terdapat
pakanjara bersama maestro dengan upaya menjalin kolerasi antara maestro dengan
lembaga-lembaga pelaku seni lainnya dengan tujuan membangkitkan semangat para
pelestari seni tradisonal di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Takalar, Memberikan kesempatan kepada para pelajar
mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi untuk mengasah minat, bakat,
serta kreatifitas dalam ranah Seni Tradisional, Membangkitkan semangat berkesenian terutama di bidang Seni Tradisonal
Khususnya Di Kabupaten Takalar Sulawesi-Selatan, Menjalin kerja sama antara
Lembaga, Sebagai media hiburan dan apresiasi bagi publik
penonton.
Dengan upaya-upaya diatas
maka sepantasnya Event tersebut menjadi Event rutinitas yang dilaksanakan
setiap tahunnya agar ruang-ruang sosialisasi para pelaku seni tetap tercipta
hal demikian yang dapat memunculkan semangat yang berkepanjangan buat para
generasi penerus bangsa.
Selasa, 03 Mei 2016
Power Of Culture
A. Latar Belakang
Seni tradisional merupakan kekayaan suatu bangsa karena seni tradisional bukan hanya sebatas bentuk morfologis semata, melainkan seni tradisional juga dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat, seperti kontribusi pisikologis. Disamping itu juga seni tradisional dapat memberikan kesadaran estetis karena seni tradisonal suatu bangsa merupakan variable yang dapat membentuk kesadaran social sekaligus kesadaran religius masyarakat.
Dengan pentingnya seni tradisional dalam konteks masyarakat maka kami dari Sanggar Seni Benteng Sipappa Takalar mencoba menciptakan ruang kreatifitas buat para generasi muda, pelaku ataupun penikamat seni dengan upaya menggali dan memperkenalkan kembali kepada generasi muda tentang nilai-nilai budaya di Kabupaten Takalar.
Power Of Culture yaitu nama event yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2016 dengan mengusung tema Pakkio Sumanga konsep tersebut lebih focus kepada seni tradisional kemudian dikemas menjadi pertunjukkan massal dengan sumber daya yang berasal dari berbagai sekolah mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Selain pertunjukan tradisional dengan bentuk massal juga terdapat pakanjara bersama maestro dengan upaya menjalin kolerasi antara maestro dengan lembaga-lembaga pelaku seni lainnya dengan tujuan membangkitkan semangat para pelestari seni tradisonal di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Takalar.
Dengan upaya-upaya diatas maka sepantasnya Event tersebut menjadi Event rutinitas yang dilaksanakan setiap tahunnya agar ruang-ruang sosialisasi para pelaku seni tetap tercipta hal demikian yang dapat memunculkan semangat yang berkepanjangan buat para generasi penerus bangsa.
B. Nama Kegiatan
Power Of Culture #1
C. Tema
Pakkio Sumanga
C. Penyelenggara
Sanggar Seni Benteng Sipappa Takalar
D. Tujuan
Memberikan kesempatan kepada para pelajar mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi untuk mengasah minat, bakat, serta kreatifitas dalam ranah Seni Tradisional .
Membangkitkan semangat berkesenian terutama di bidang Seni Tradisonal Khususnya Di Kabupaten Takalar Sulawesi-Selatan.
Menjalin kerja sama antara Lembaga.
Sebagai media hiburan dan apresiasi bagi publik penonton.
E. Waktu Dan Tempat
Produksi Pementasan Power Of Culture #1 dilaksanakan pada:
Hari, Tanggal : Sabtu 28 Mei 2016
Tempat : Taman Kota Kabupaten Takalar
Waktu : Pukul 19.00 WIB- Selesai
F. Segmen
Pelajar Tingkat Sekolah Dasar Sampai Perguruan Tinggi se-Kabupaten Takalar
Pemerhati Seni
Maestro
Masyarakat Umum
G. Rangkaian Pertunjukan
Tari Pasalonreng Massal
Gandrang Bulo Masal
Tari Pakarena Sulo
Pakanjara bersama Maestro
Etno Musik
Puisi
I.
M. Penutup
Seni Tradisional bagi kami adalah sebuah kekayaan yang dapat dijadikan pembelajaran tentang kedewasaan, hidup dan kehidupan. Kesenian tradisional lahir tidak hanya menyuguhkan hiburan akan tetapi unsur pendidikan, kedisplinan dan kerjasama. Demikian proposal ini kami buat semoga dapat tercipta kerjasama yang saling mendukung. Atas perhatian dan kerjasama saudara/i kami haturkan terima kasih.
Takalar, 4 April 2016
Sanggar Benteng Sipappa
jangan ada pembungkaman di antara kita
Konflik perbedaan pendapat dalam peleastarian seni saat ini semakin nampak. Beberapa hari yang lalu penulis mengikuti beberapa komentar di dinding facebook. Menurut hemat saya ini hal yang menarik karena dapat menstimulus masyarakat lainnya untuk berfikir bahwa bagaimana pelestarian seni yang baik dilaksanakan.
Komentar di dinding facebook bukanlah hal yang pertama kali penulis temui melainkan ini memang terjadi dari beberapa tahun sebelumnya di berbagai bangsa di indonesia. Dan menurut penulis sendiri ini sesuatu yang wajar, Namun saja butuh sedikit pencerahan bahwa pelestarian suatu budaya bukanlah ruang yang harus dibatasi melainkan toleransi harus di perbanyak.
Upaya pelestarian kesenian merupakan hal yang paling penting untuk menentukan eksistensi seni dimasyarakat, namun perlu disadari bahwa upaya pelestarian bukanlah hanya berada pada suatu kelompok saja melainkan beberapa kelompok juga mempunyai upaya pelestarian baik disadari maupun tidak disadari.
Berbicara upaya pelestarian seni secara realitanya bukan hanya pelestaraian semata-mata melainkan ada beberapa kepentingan didalamnya. Sangat jarang ditemukan kelompok masyarakat bertindak dengan murni pelestarian. Seperti misalanya sanggar atau sebuah lembaga, di setiap aktivitasnya selalu didasari dengan nilai rupiah karena memang itu yang menjadi kebutuhan secara universal dimasyarakat sekaligus sebagai sarana penunjang yang paling utama.
Dengan hal diatas maka tidak heran jika sebuah kelompok menjadikan seni sebagai ruang komersil. Hal ini yang mendorong kreatifitas tanpa batas bagi lembaga-lembaga seni. Sehingga muncul upaya pengembangan seni dengan tujuan memenuhi kebutuhan pasar dan menciptakan daya tarik masyarakat tehadap sebuah kesenian.
Bukan hanya itu beberapa lembaga lainnya mempunyai orientasi yang berbeda misalnya sebuah kelompok yang mendudukan seni sebagai sarana ritual. Lembaga demikian tidak terlalu mementikan pengembangan melainkan orientasi pada filosofi dan nilai seni itu sendiri. Selain itu pelestarian seni juga sangat dipengaruhi oleh ruang pendidikan, misalnya sekolah atau perguruan tinggi yang mempunyai pembelajaran tentang seni, pendidikan dalam hal ini dapat dikatakan sebagai tali penyambung bagi generasi muda, secara tidak sadar generasi muda juga dapat mengetahui kesenian daerah karena pendidikan. Dapat dilihat bahwa pendidikan tidak terlalu mementingkan perkembangan seni karena orientasi pendidikan hanya sebatas memberi tahu. Kemudian untuk perkembangan seni diberikan kebebesan pada setiap individu untuk menyesuaika dengan konteks.
Dengan pemahaman di atas penulis dapat menarik benang merah bahwa setiap kelompok atau lembaga kesenian mempunyai cara tersendiri dalam melestarikan seni. Seni yang lestari dan mendapatkan eksistensi dimasyarakat karena dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga suatu kewajaran ketika setiap kelompok seni mempunyai orientasi yang berbeda-beda dalam melestarikan seni.
Dengan orientasi setiap Lembaga diatas sehingga seni mendapatkan ruang yang lebih luas. dapat disimpulkan bahwa setiap lembaga memberikan kontribusi terhadap pelestarian seni.
Beberpa ilmuan sudah memberikan pencerahan bahwa fungsi seni dimasyarakat diantaranya yaitu, hiburan, dan ritual. Pada realitanya lembaga yang menganggap seni itu sebagai ritual sangat fanatik dan anti dengan perkembangan atau pengaruh, Begitupun dengan sebaliknya. Namun perlu direnungi bahwa seni dapat lestari jika di butuhkan dimasyarakat dan kelestarian sesuatu dapat terlaksana jika dapat mengikuti perkembangan zaman.
Kefanatikan setiap kelompok atau lembaga seni tidak dapat dijadikan sebagai hal yang mutlak karena itu hanya "bagaian" dan bukan sepenunya terhadap kelestarian suatu seni.
Kembali menghubungkan tentang komentar di facebook beberapa hari yang lalu. Kalau penulis berpendapat Bahwa komentar tersebut hanya kefanatikan suat kelompok dan itu bukan hal yang mutlak.
Berbicara tentang kefanatikan dan kepemilikan sebuah kelompok bukalah cara yang tepat dalam upaya pelestarian. Jika seni hanya sebagai milik kelompok tertentu maka jangan dijadikan sebagai pertunjukan yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, karena kesenian bukanlah wujud yang mutlak sehingga banyak kemungkinan seni yang sekarang menjadi inspiriasi atau rangsangan untuk menciptakan seni dalam bentuk baru yang berbeda tanpa merubah media sebelumnya.
Menurut hemat penulis. Bukan kefanatikan yang perlu dijunjung tinggi melainkan kreatifitas atau strategi dalam menciptakan pasar dan membangun generasi yang perlu di perbanyak. Semakin banyak kelompok yang mengembangkan kesenian semakin banyak ruang kelestarian kesenian.
Jangan ada pembungkaman intelektual di antara kita...!!!! Hehehe
Minggu, 24 April 2016
Parade Budaya Sanggar Seni Benteng Sipappa Takalar. Memperingati Hari Tari Sedunia

Parade budaya dalam rangka memperingati hari tari sedunia yang di selenggarakan oleh sanggar seni benteng sipappa takalar. Upaya tersebut dengan supaya dapat memberikan stimulan buat para penikmat serta pelaku seni tari. bahwa memperingati hari tari sedunia bukan hanya kelompok-kelomp
Gagasan tersebut bermaksud untuk meningkatkan minat masyarakat ataupun generasi muda untuk membangun rasa cinta terhadap dunia tari. Semakin berkembangnya zaman, seni tari daerah sudah menjadi bagian dari kekayaan budaya sehingga sangat disayangkan jika para pelaku dan penikmat seni tari tersebut semakin hari semakin berkurang kecintaanya.
Kecintaan terhadap seni tari adalah hal yang paling penting dalam pelesatarian budaya karena seni tari merupakan seni gerak yang sangat filosofis yang tentunya tidak terlepas pada budaya masyarakat. Gerak yang terdapat dalam seni tari merupakan onometope dari kebiasaan masyarakat sehingga kelesatarian seni tari juga merupakan pelestarian dari kebiasaan masyarakat.
Masyarakat dalam hal tersebut lebih spesifik pada masyarakat sulawesi selatan khusunya kabupaten takalar kota makassar, sehingga jenis seni tari yang terdapat dalam parade budaya tersebut yaitu tari sulawesi selatan adat bugis makassar. Maka sepantasnya acara ini dapat di apresiasi oleh seluruh masyarakat dan para pelaku seni baik diluar sulawesi selatan ataupun masyarakat sulawesi selatan.
Acara ini di selenggarakan pada hari rabu tanggal 27 april 2016. Parade tari mulai dilepas di depan kantor dinas pendidikan sampai alun-alun kota takalar. Semoga dengan upaya-upaya seperti ini sehingga dapat membantu untuk mendapatkan eksistensi kesenian juga sebagai salah satu strategi budaya untuk mempertahankan eksistensi budaya di dalam pencaturan global ini. Untuk itu marilah seluruh warga dan seluruh penikmat serta pelaku seni tari sulawesi selatan dapat ikut berpartisipasi dalam rangka memperingati hari tari sedunia....
Trimaksih salam lestari seni...
Langganan:
Postingan (Atom)





